12.6.08

Obat Semprot Bikin Ketagihan?

Asma adalah penyakit radang kronik saluran napas yang menyebabkan saluran napas hipersensitif terhadap berbagai allergen (zat/bahan yang menyebabkan alergi). Asma bukan penyakit menular dan asma terjadi karena faktor keturunan yang disebabkan oleh gen yang jumlahnya ratusan. Alergen atau zat yang mencetuskan asma bervariasi tiap individu.

Gejala serangan asma yaitu sesak napas, rasa berat di dada, batuk dan napas yang berbunyi (mengi, bengek). Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu.

Tujuan pengobatan penyakit asma adalah membebaskan penderita dari serangan penyakit asma. Hal ini dapat dicapai dengan jalan mengobati serangan penyakit asma yang sedang terjadi atau mencegah serangan penyakit asma jangan sampai terjadi.

Mengobati disini bukan berarti menyembuhkan penyakitnya, melainkan menghilangkan gejala-gejala yang berupa sesak, batuk, atau mengi. Keadaan yang sudah bebas gejala penyakit asma ini selanjutnya harus dipertahankan agar serangan penyakit asma tidak sering kambuh. Obat-obatan bisa membuat penderita penyakit asma menjalani kehidupan normal.

Obat obat asma terbagi 2 yaitu pelega yang bertujuan untuk mengendalikan serangan penyakit asma segera dan obat yang berfungsi untuk mengontrol supaya serangan asma tidak sering terjadi. Pengobatan berbeda tergantung beratnya, biasanya obat semprot lebih cepat. Obat golongan Beta-2 Agonis (bronkodilator) dan steroid lebih kuat.

Sebaiknya gunakan obat semprot karena lebih aman bila dibandingkan obat minum atau suntik. Cuma karena kurangnya informasi dari dokter, banyak informasi salah yang menyebutkan bahwa obat semprot malah membuat ketagihan.

Obat semprot atau hirup relative lebih aman karena dosisnya lebih kecil dibandingkan obat minum atau suntik serta langsung ke saluran napas si penderita. Selain itu karena dosis kecil jadi efek samping juga relative lebih kecil dibandingkan obat minum atau suntik. Bila serangan asma hampir tiap hari, obat yang dipergunakan adalah kombinasi obat pelega dan pengontrol. Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam.

Bronkodilator per-oral (ditelan) dan dipergunakan bila serangan asma tidak dapat diatasi dengan obat semprot atau hirup dan memiliki efek samping dan mula kerjanya cenderung lebih lambat. Pada serangan penyakit asma yang berat, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Hal lain untuk mengontrol serangan asma anda adalah dengan mengenal pencetus yang menyebabkan timbulnya serangan asma serta hindari pencetus tersebut.

Pasien asma juga dianjurkan untuk memeriksakan diri secara teratur ke dokter. Karena bisa saja kondisi penyakit bertambah ringan atau sebaliknya sehingga baik obat maupun cara hidup perlu disesuaikan. Selain itu untuk menjaga kebugaran tubuh, anda dapat juga mengikuti senam asma yang bertujuan untuk melatih otot-otot pernapasan.

Team Pengasuh

Sumber : Pontianak Post Online

World’s fastest internet connection ‘used to dry laundry’

Last summer a 75-year-old woman from Karlstad became the envy of internet users worldwide.

With her blistering 40 gigabits per second connection, Sigbritt Löthberg had the world’s fastest internet connection - many thousands of times faster than the average residential link and the first time ever that a home user had experienced such a high speed.

So, after nine months with the ability to download a full high definition DVD in just two seconds or access 1,500 high definition HDTV channels simultaneously, how has Sigbritt’s life changed?

Not much, according to Hafsteinn Jonsson, who is heading up the fibre network operation for Karlstad Stadsnät.

“She mostly used it to dry her laundry,” he told The Local.

“It was a big bit of gear and it got pretty warm.”

Sigbritt’s son, Swedish internet legend Peter Löthberg, was behind the project, which was intended to demonstrate how a low price, high capacity fibre line could be built over long distances. Löthberg has now taken the equipment up to Luleå, in the north of Sweden, for further testing.

“The project was a huge success,” said Hafsteinn Jonsson, who explained that his department now measures its history in terms of ‘Before Sigbritt and After Sigbritt’.

“Apart from the death of Ingmar Bergman, this was the biggest story to come out of Sweden in 2007. We used to get all these detailed questions about what we’re working on - now we just mention Sigbritt and everybody understands.”

The secret behind the ultra-fast connection is a new modulation technique which allows data to be transferred directly between two routers up to 2,000 kilometres apart, with no intermediary transponders.

According to Karlstad Stadsnät the distance is, in theory, unlimited - there is no data loss as long as the fibre is in place.

Sigbritt may have been denied her world-beating internet link but she still has an admirable 10 gigabits per second connection. And there may be another surprise in store for her.

“We’re considering giving her a 100 gigabits per second connection in the summer,” said Hafsteinn Jonsson.

“Then she’ll be able to dry all her neighbours’ laundry too.”

Source : http://www.thelocal.se/